Apa Itu KB IUD dan Cara Kerjanya Dalam Mencegah Kehamilan

Disunting oleh Diyah Pratiwi

Ada banyak alat kontrasepsi yang bisa Bunda dan pasangan gunakan untuk menunda kehamilan.   Salah satunya adalah KB IUD.  KB IUD adalah salah satu alat pencegah kehamilan yang cukup populer. Namun sebenarnya, apa sih IUD itu?

Alat kontrasepsi (IUD) adalah plastik berbentuk T seukuran uang logam yang ditempatkan di dalam rahim untuk mencegah kehamilan. Tersedia dua jenis IUD – satu yang tertutup dengan tembaga, yang lainnya mengeluarkan hormon progesteron.

 

Bagaimana cara kerja Alat kontrasepsi IUD?

KB IUD adalah alat kontrasepsi yang cukup ampuh untuk mencegah kehamilan. Jika dilihat dari jenisnya, alat kontrasepsi IUD ang dilapisi tembaga akan bekerja dengan cara mencegah sperma masuk ke tuba falopi (saluran antara rahim dengan indung telur) sehingga tak dapat bertemu dengan sel telur.

Sementara IUD yang merangsang hormon progesteron akan menyebabkan penebalan lendir pada leher rahim yang bisa membuat sperma sulit  ke dalam. Selain itu IUD jenis ini juga dapat menipiskan dinding rahim yang harusnya menebal saat pembuahan terjadi.

Salah satu tipe IUD progesteron juga dapat digunakan untuk mengurangi aliran darah untuk wanita yang memiliki menstruasi yang terus terasa sakit.

 

Seberapa efektifkah IUD?

Kedua jenis IUD sangat efektif dalam mencegah kehamilan. Selama beberapa tahun, hanya 1 dari 100 pasangan yang menggunakan IUD akan mengalami kehamilan.

IUD efektif dari waktu ke waktu dan berlangsung lama. IUD tembaga bisa bertahan hingga 10 tahun. IUD progesteron bisa bertahan selama 3 sampai 5 tahun, tergantung pada merek. Hal ini membuat IUD pilihan yang baik untuk wanita yang belum siap memulai keluarga. Walaupun IUD bisa bertahan pada waktu yang lama, ginekologis atau praktisi khusus bisa mencabutnya kapan saja.

 

Apa saja efek samping dari KB IUD?

Efek samping yang mungkin terjadi ketika Bunda menggunakan KB IUD adalah:

·         Untuk beberapa bulan pertama, vagina Bunda dapat berdarah secara tidak teratur.

·         Periode menstruasi Bunda lebih hebat dengan kram saat Bunda menggunakan IUD tembaga.

·         Jika menggunakan IUD progesteron, periode menstruasi Bunda akan lebih ringan dan cepat atau tidak mengalami menstruasi sama sekali.

·         Dengan IUD hormonal, Bunda dapat merasakan sakit kepala, jerawat, mual dan nyeri pada payudara.

Selain itu, untuk beberapa orang, mereka dapat memiliki beberapa masalah yang cukup jarang terjadi, seperti:

·         Lepasnya IUD: IUD dapat lepas dari rahim wanita secara tidak sengaja. Kadang wanita tidak tahu apa yang terjadi. Bunda harus mengunjungi dokter untuk memeriksa dalam 3 bulan pertama dari pertama kali IUD dipasang.

·         Lubang pada rahim: IUD dapat menembus dinding rahim saat dipasang.

·         Penyakit peradangan pelvis: ada risiko sangat rendah terhadap infeksi dari bakteri yang masuk ke rahim saat IUD dipasang.

 

Siapa saja yang disarankan menggunakan IUD?

IUD adalah pilihan kontrasepsi yang baik untuk wanita. Namun, apabila Bunda memiliki beberapa masalah berikut, Bunda tidak boleh menggunakan IUD:

·         memiliki penyakit radang pelvis atau infeksi menular seksual yang aktif.

·         sedang hamil atau kemungkinan hamil.

·         memiliki masalah dengan rahim seperti penyakit atau mengalami perdarahan abnormal.

 

Bagaimana saya mendapatkan IUD?

Sebelum Bunda memasang IUD, dokter akan memastikan Bunda tidak memiliki penyakit menular seksual apapun.

IUD dipasang ke dalam rahim oleh dokter atau perawat. Hal ini seringkali paling mudah dilakukan saat periode menstruasi, namun IUD dapat dipasang kapanpun dalam siklus wanita selama ia tidak mengandung.

 

 

Salam GIAT

Gerakan Ibu Anak Sehat Kota Semarang

Bidang Kesehatan Masyarakat

Dinas Kesehatan Kota Semarang

MG Setos Jl. Inspeksi Gajahmada , Sekayu, Semarang

 

Telp 024-8415269-8318070