15 Tips Persalinan Lancar
Disunting oleh Diyah Pratiwi
Mempersiapkan kelahiran buah hati, memang menarik dijadikan bahan diskusi. Pengalaman hamil setiap Bunda pasti berbeda. Ada Bunda yang merasakan kemudahan jalani fase kehamilan selama 9 bulan, namun menemukan hambatan saat melahirkan. Sementara di sisi lain, ada Bunda yang nyaris tidak percaya betapa cepat dan gampang proses persalinannya. Padahal beragam sekali tantangan juga perasaan tidak nyaman yang mesti ia lewati sejak awal. Setiap wanita hamil tentunya berharap agar segala sesuatu berjalan sehat dan normal saat melahirkan bayi. Minimnya pengalaman kerap menambah beban pikiran.
Jangan cemas, Bunda!
Berikut poin-poin penting yang dapat membantu persalinan Bunda lebih cepat dan mudah.
Memilih tempat dan fasilitas yang tepat untuk bersalin normal.
Bunda harus menemukan rumah sakit yang mendukung metode persalinan sesuai keinginan Bunda. Jika Bunda ingin bersalin secara normal, maka hindari pemberian obat pengurang rasa sakit seperti epidural. Obat-obatan demikian justru berpotensi mengurangi kelancaran jalannya persalinan normal. Penjelasannya, adalah karena rasa sakit yang dirasakan oleh seorang Bunda disetiap pembukaan, merupakan proses alami untuk semakin didekatkan Bunda pada momen kelahiran.
“Cari dokter kandungan atau bidan yang akan mendukung Bunda sepenuhnya untuk fokus melahirkan secara normal,” saran Maria Lorillo, Bidan professional bersertifikasi di San Fransisco, sebagaimana dilansir dari wisewomanchildbirth.com.
“Mereka memiliki berbagai kebijakan khusus untuk memudahkan persalinan normal berlangsung dengan cepat,” jelas Lorillo.
Acuhkan rumor horror
Pola pikir positif merupakan kunci sukses segala hal. Yakin saja bahwa Bunda pasti bisa melahirkan bayi tercinta dengan selamat. Lingkupi diri dengan kisah-kisah perjuangan inspiratif Bunda hamil yang disampaikan dengan cara sopan dan suportif.
Buang jauh semua pikiran cemas. Semakin relaks cara Bunda menyikapi situasi, semakin minim rasa sakit yang Bunda hadapi.
Menjaga tubuh tetap bugar
Ada banyak pilihan olah raga ringan yang bermanfaat untuk proses persalinan. Cobalah rutin melakukan gerakan squat, berenang, jalan santai, dan senam hamil sesuai anjuran dokter. Bunda hamil yang fit dan memiliki daya tahan tubuh tinggi, cenderung tidak membutuhkan epidural. Daya tahan tubuh ini akan sangat membantu untuk menghadapi kontraksi sehingga persalinan berlangsung cepat.
Pertimbangkan untuk memperkerjakan bantuan professional
Dilansir dari parents.com, menurut hasil analisa yang dipublikasikan oleh Jurnal Ginekologi Amerika, Bunda yang melahirkan dengan ditemani oleh seorang doula (seorang tenaga profesional dan terlatih untuk membantu Bunda melahirkan) 50% lebih rendah tingkat kemungkinannya untuk menjalani operasi Caesar. Selain itu, mereka yang ditemani doula, menjalani proses persalinan 25% lebih cepat. Serta 30% lebih rendah tingkat kebutuhannya untuk menggunakan suntikan obat saat melahirkan. Diskusikan hal ini dengan dokter, agar Bunda dan pasangan merasa nyaman.
Persiapkan proses persalinan secara fisik dan mental
Dilansir dari parents.org, Tina Jones, seorang Bunda dari Lowa berbagi kisah tentang pengalaman melahirkan putranya secara normal.
Ia membiasakan untuk berjalan sekitar 30 menit setiap hari dan berolah raga prenatal Yoga selama hamil. Bentuk pola pikir setiap hari untuk percaya pada tubuh Bunda dan ikuti insting tubuh.
Cobalah tanamkan pesan positif seperti “ Tubuh dan pikiranku rileks”. Pikiran dapat berubah menjadi keyakinan, sehingga keyakinan pun seringkali menjadi kebenaran.
“Saya berusaha menyikapi persalinan sebagai sebuah prose alami. Yakinlah bahwa melahirkan merupakan kodrat wanita sejak dahulu. Tubuh saya pasti tahu hal terbaik yang mesti dilakukan, sehingga saya pun melihat persalinan bukan sebagai ‘rasa sakit’, melainkan sebagai ‘progress’. Satu demi satu tahapan persalinan dirancang untuk semakin mendekatkan saya dengan kelahiran bayi,” papar Tina.
Pantau berat badan selama hamil
Nutrisi kaya karbohidrat, protein, vitamin, kalsium, dan mineral merupakan asupan tepat untuk Bunda hamil.
Pola makan yang terjaga serta penambahan kalori, memang sangat penting bagi Bunda, namun akan semakin baik manfaatnya jika tidak berlebihan. Konsep eating for two (makan untuk berdua) jangan sampai disalahartikan. Perhatikan kualitas makanan.
Atur porsi dengan kurangi karbohidrat, serta perbanyak protein dari lauk, vitamin juga mineral dari sayuran dan buah. Biasakan makan dengan menu imbang sejak trimester pertama. Fungsi penambahan kalori juga harus mampu mencegah Bunda dari berat badan berlebih pada dua trimester berikutnya, saat janin berkembang pesat. Kondisi overweight yang tidak terkontrol akan mengganggu kesehatan baik Bunda maupun janin, meningkatkan resiko komplikasi pada bayi, hingga menghambat persalinan.
Aktif di Kelas Persalinan
Bergabung di kelas prenatal di rumah sakit bersalin dapat Bunda jadikan pertimbangan kegiatan saat senggang.
Secara umum, kelas persalinan membantu Bunda memahami proses kehamilan dan mempersiapkan diri mempersiapkan persalinan sebagai tahap pertama menjadi orang tua.
Manfaat kegiatan grup kecil ini diharapkan agar Bunda terbantu menjalani kehamilan bulan demi bulan dengan nyaman.
Bunda dapat membahas perasaan dan adaptasi yang dihadapi sejak awal hamil.
Selain itu, berkesempatan pula untuk mempelajari teknis pernapasan yang benar, cara mengejan yang efektif, latihan yoga, hypnobrithing, metode Lamaze, perawatan bayi, dan sebagainya.
Nikmati Raspberry
Kandungan antioksidan, vitamin C, dan asam ellagic dalam raspberry diyakini dapat membantu mempersiapkan kondisi kesehatan dalam rahim Bunda, meningkatkan produksi ASI, mengurangi mual dan nyeri ketika persalinan.
Cobalah mengkonsumsi buah asam manis berwarna merah ini sejak minggu ke-36.
Daun raspberry sudah banyak diracik menjadi teh raspberry.
Namun, tetap harus diingat bahwa zat tannin yang menjadi salah satu komposisi dalam teh raspberry, memiliki efek samping bagi Bunda hamil.
Terlebih dahulu diskusikan dengan dokter kandungan, takaran teh raspberry seperti apa yang aman untuk dikonsumsi.
Pijat Perineum
Apa itu pijat Perineum?
Pijat Parineum ( Perineum Massage) adalah pemijatan dan peregangan lembut pada kulit antara anus dan vagina (perineum) beberapa minggu jelang persalinan, guna meningkatkan elastisitas otot dan jaringan untuk terhindar dari robekan selama persalinan normal.
Penelitian yang diterbitkan di American Journal Obstretician and Gynecology menyimpulkan bahwa pijat perineum selama masa kehamilan dapat melindungi fungsi perineum paling tidak dalam 3 bulan pasca melahirkan.
The Cochrane Review merekomendasikan bahwa pijat perineum ini harus selalu dijelaskan pada Bunda hamil agar mereka mengetahui keuntungan dari pijat perineum ini. Pijat perineum sangat aman dan tidak berbahaya. Dianjurkan sebanyak 5-6 kali seminggu, sejak usia kandungan memasuki minggu ke-34
Bunda dapat menggunakan extra virgin olive oil dan aromaterapi favorit sebagai minyak pijat.
Dilansir dari scienceandsensebility.org, pada tahun 2006 dilakukan studi terhadap 2.497 wanita yang pernah bersalin secara normal. Bunda yang rutin melakukan pijat perineum semasa hamil, berkurang resiko 10% mengalami robekan saat melahirkan normal. Teknik pemijatan ini juga menurunkan 16% dari kemungkinan untuk menerima tindakan Episiotomy demi melancarkan proses persalinan normal.
Minum Sesendok Extra Virgin Olive Oil
Kaya akan vitamin A, B1, B2, C, D, K, dan zat besi, minyak zaitun sejak lama sangat dianjurkan bagi Bunda hamil untuk mempercepat bayi lahir.
Dua bulan jelang persalinan, rutinlah meminum sesendok minyak zaitun asli setiap hari untuk membantu peregangan dari dalam .
Dikutip dari minyakzaitun.we.id, khasiatnya untuk proses melahirkan, antara lain :
· Menstimulasi aliran darah ke perineum yang akan membantu mempercepat proses penyembuhan setelah melahirkan.
· Membantu menyiapkan mental Bunda terhadap tekanan dan regangan perineum di kala kepala bayi akan keluar.
· Menghindari kejadian episiotomi atau robeknya perineum di kala melahirkan dengan meningkatkan elastisitas perineum.
· Membantu Bunda lebih santai di saat pemeriksaan vagina (Vaginal Touche).
Partisipasi Suami Saat Persalinan
Pendamping ideal persalinan adalah suami. Jika berhalangan, posisinya dapat digantikan oleh Bunda, saudara perempuan, ataupun sahabat perempuan. Pun demikian, kandidat utama tetaplah suami. Ikatan bondingantara suami terhadap istri dan anak, dipercaya akan semakin kuat setelah terlibat langsung dengan seluruh proses persalinan. Besar arti keberadaan serta dukungan suami saat melahirkan buat bagi Bunda hamil. Suami dapat memberikan bantuan besar, mulai dari mengurus administrasi rumah sakit, menguatkan istri di setiap level kontraksi, memberikan dorongan semangat selama persalinan, memotong tali plasenta, hingga menyambut kelahiran bayi dengan doa terbaik. Dukungan ini sama pentingnya seperti peran suami saat istri hamil. Jadi pastikan rumah sakit atau fasilitas kesehatan yang Bunda pilih dapat mengijinkan suami mengikuti proses persalinan.
Metode Active Birth Pangkas Waktu Persalinan
Pada metode hasil gagasan dari Ginekolog Inggris Jane Balaskas ini, Bunda hamil disarankan untuk bebas bergerak dan tetap aktif di ruangan bersalin sejak kontraksi mulai dirasakan agar bayi cepat “turun”.
Duduk tegak akan membantu Bunda mempercepat persalinan.
Hal ini dikarenakan gaya gravitasi akan membuat kepala bayi menekan mulut rahim sehingga membantu proses pembukaan jalan lahir.
Bunda juga bisa mencoba mengubah posisi dengan berlutut, berdiri atau berjongkok. Gerakan seperti ini membantu melebarkan panggul Bunda sehingga kepala bayi mudah keluar.
Hindari berbaring terus-menerus yang dapat mengakibatkan :
· Penurunan kekuatan dan frekuensi kontraksi yang berresiko memperlambat persalinan.
· Tekanan Bunda turun serta berkurangnya supplai oksigen ke bayi sehingga memperlambat denyut jantung bayi.
Metode Active Birth semakin mudah diterapkan oleh Bunda saat bersalin, jika tidak ada prosedur rumah sakit yang mengharuskan Bunda terikat pada alat pantau janin(Fetal Electronic Monitoring) sepanjang waktu.
Selingi Kontraksi Dengan Pijatan
Pijat menstimulasi tubuh untuk melepaskan endorphin, yang merupakan zat penghilang nyeri dan peningkat mood alamiah.
Penelitian menunjukkan bahwa wanita yang dipijat pascabersalin memiliki lebih sedikit rasa cemas, mengalami nyeri lebih ringan, mengalami proses persalinan lebih cepat, serta lebih sedikit depresi pascapersalinan.
Bunda bisa mencobanya dengan pasangan saat mulai merasakan kontraksi awal.
Sentuhan orang tercinta akan membantu Bunda merasa tidak sendirian dan memberikan tenaga saat menghadapi kontraksi.
Cobalah minta suami atau pendamping persalinan untuk memijat bagian tubuh yang diinginkan seperti di leher atau punggung bagian bawah.
Namun ingatkan pula jika ada kalanya nanti Bunda merasa tidak ingin disentuh lagi seiring peningkatan nyeri kontraksi, agar pendamping memberikan respon yang sesuai.
Mengejan Secara Efektif
Usahakan untuk mengejan dengan teratur. Saat dokter menyuruh untuk mengejan, tarik nafas panjang, mengejanlah dengan kuat sambil mengembuskan nafas, kemudian istirahat sambil bernafas pendek lewat mulut. Cermati komando dokter. Begitu terdengar instruksi mengejan lagi, ulangi prosesnya. Dengan mengejan efektif, dBundatuhkan kurang dari lima kali mengejan untuk melahirkan bayi.
Alihkan rasa ingin menyerah
Ketika Bunda jalani proses melahirkan normal, semangatnya sangat maksimal di awal.
Namun rasa sakit yang semakin kuat dan pembukaan yang berjalan terlalu lama, sanggup membuat banyak Bunda menyerah. Maka menyerah, bukanlah pilihan saat Bunda ingin melahirkan normal tanpa obat. Ketika Bunda merasa mulai mempertimbangkan tindakan Caesar padahal tidak ada kondisi komplikasi yang mengkhawatirkan di dalam rahim, maka bersBundarlah pada suami atau keluarga yang mendampingi persalinan. Interaksi akan mengalihkan masa – masa sulit saat persalinan normal.
Selamat melahirkan dengan lancar, Bunda!
Salam GIAT
Gerakan Ibu Anak Sehat Kota Semarang
Bidang Kesehatan Masyarakat
Dinas Kesehatan Kota Semarang
MG Setos Jl. Inspeksi Gajahmada , Sekayu, Semarang